Peluncuran lagu resmi pertama untuk ajang Piala Dunia 2026 justru memicu beragam reaksi dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Alih-alih mendapatkan sambutan positif, lagu tersebut malah menuai kritik tajam di media sosial.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri tinggal menghitung bulan sebelum digelar. Kompetisi akbar ini akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sekaligus menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim.
Lagu “Lighter” Jadi Pembuka Album Resmi
FIFA memperkenalkan single berjudul “Lighter” sebagai lagu pembuka dalam album resmi Piala Dunia 2026. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi antara penyanyi Jelly Roll dan musisi asal Meksiko, Carín León.
Konsep musik yang diusung memadukan nuansa country dengan sentuhan Latin, mencerminkan keberagaman budaya dari negara tuan rumah di kawasan Amerika Utara. Proyek musik ini juga melibatkan produser ternama yang sebelumnya meraih penghargaan bergengsi di industri musik internasional.
Reaksi Netizen: Dari Kritik Hingga Sindiran
Meski diharapkan mampu membangkitkan semangat menjelang turnamen, respons publik di media sosial justru cenderung negatif. Banyak penggemar menilai lagu tersebut kurang memiliki energi dan tidak meninggalkan kesan mendalam.
Beberapa komentar bahkan bernada sindiran. Ada yang membandingkan lagu ini dengan anthem Piala Dunia sebelumnya yang dianggap lebih ikonik. Tidak sedikit pula yang menyebut musiknya terasa generik dan mudah dilupakan.
FIFA Siapkan Lagu Lain
Meski menuai kritik, FIFA dikabarkan masih akan merilis sejumlah lagu lainnya sebagai bagian dari album resmi turnamen. Hal ini menunjukkan bahwa proyek musik Piala Dunia 2026 masih akan berkembang dengan berbagai genre dan kolaborasi artis internasional.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, publik tentu menantikan apakah lagu-lagu selanjutnya mampu memberikan nuansa lebih kuat dan membangun antusiasme menjelang pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

