Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas membuat Timnas Irak mengambil langkah serius. Pelatih Irak, Graham Arnold, secara resmi meminta FIFA menunda pertandingan playoff antarkonfederasi Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena konflik regional yang berdampak pada persiapan tim.
Permintaan tersebut muncul setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyebabkan gangguan besar terhadap mobilitas tim. Penutupan jalur penerbangan serta ketidakpastian keamanan membuat Irak kesulitan mengatur perjalanan pemain dan staf menuju lokasi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Monterrey, Meksiko pada akhir Maret 2026.
Persiapan Tim Terganggu Situasi Konflik
Menurut laporan, banyak pemain Irak yang bermain di liga domestik tidak dapat meninggalkan negara mereka karena pembatasan penerbangan. Bahkan, pelatih Graham Arnold disebut sempat tertahan di Uni Emirat Arab, sehingga program pemusatan latihan tim ikut terganggu.
Selain itu, federasi sepak bola Irak menilai bahwa situasi keamanan yang tidak menentu membuat tim sulit menyiapkan skuad terbaik untuk menghadapi laga krusial penentuan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Laga Penentuan Tiket Piala Dunia
Irak dijadwalkan menghadapi pemenang pertandingan antara Bolivia dan Suriname dalam playoff antarkonfederasi. Pertandingan tersebut sangat penting karena akan menentukan satu tempat terakhir di putaran final Piala Dunia 2026.
Bagi Irak, peluang tampil di Piala Dunia memiliki arti besar. Negara tersebut terakhir kali berlaga di turnamen utama pada edisi 1986, sehingga kesempatan kali ini dianggap sebagai momen bersejarah bagi sepak bola nasional mereka.
FIFA Diminta Pertimbangkan Penjadwalan Ulang
Arnold berharap FIFA dapat mempertimbangkan penundaan pertandingan agar Irak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Ia bahkan mengusulkan agar laga penentuan digelar lebih dekat dengan jadwal Piala Dunia, sehingga semua pihak memiliki kejelasan terkait situasi geopolitik yang sedang berkembang.
Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum memberikan keputusan resmi terkait permintaan tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

