Dengan Piala Dunia FIFA 2026™ yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, persaingan di balik layar untuk mendapatkan hak siar televisi turnamen besar tersebut menjadi tantangan besar bagi banyak stasiun TV dan media penyiaran di berbagai negara — termasuk di Vietnam dan kawasan Asia secara umum.
Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah sepak bola, dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan, menambah daya tarik sekaligus kompleksitas dalam negosiasi hak siar kepada para broadcaster di seluruh dunia.
Harga Hak Siar Meningkat Tajam
Salah satu hambatan utama dalam perebutan hak siar adalah lonjakan harga lisensi yang ditetapkan oleh FIFA dan konsorsium media besar. Di beberapa pasar, biaya lisensi ini diperkirakan melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan edisi sebelumnya — membuat banyak stasiun TV dan perusahaan media ragu mengambil risiko investasi besar di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.
Akibatnya, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari broadcaster Vietnam yang memastikan telah memiliki hak siar seluruh pertandingan Piala Dunia 2026, meskipun sejumlah kelompok media tengah aktif dalam proses negosiasi.
Tekanan Pasar Iklan dan Model Media Baru
Selain faktor harga lisensi, kondisi pasar iklan yang cenderung lesu juga menjadi beban bagi stasiun televisi. Banyak rumah media merasa harus menjual slot iklan mahal di tengah turnamen, tetapi tidak mendapat imbal hasil yang sepadan karena biaya siar yang meningkat drastis.
Tren perubahan konsumsi media juga memengaruhi cara hak siar dijual dan dibeli. Platform streaming digital kini ikut berlomba mendapatkan hak siar dari FIFA, membuka peluang baru sekaligus menciptakan rivalitas tambahan dengan penyiar tradisional.
Apa Artinya bagi Penonton?
Bagi penggemar sepak bola di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Vietnam, dinamika ini berarti publik masih menunggu kejelasan siapa yang akan menayangkan Piala Dunia 2026 dan di saluran mana pertandingan akan disiarkan. Sebelumnya di beberapa negara, stasiun TV nasional atau platform digital telah berhasil mendapatkan hak siar untuk turnamen besar lewat negosiasi panjang dan pembayaran lisensi tinggi — namun untuk edisi 2026, semuanya masih terus berkembang.

